Kemitraan menyeluruh di segala bidang akan dibahas dalam pertemuan bilateral nanti.
"Mematangkan rencana kegiatan acara kunjungan Presiden Obama dan Presiden Austria (Heinz Fischer)," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai rapat di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (4/11/2010).
Marty menambahkan fokus pembahasan pertemuan bilateral antara Obama-SBY, akan diluncurkan kemitraan komprehensif di segala bidang. Garis bawahnya adalah kemitraan dengan prinsip kesetaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisa jadi, banyak prakarsa kerja sama baru dalam hubungan bilateral itu. Bidang pendidikan merupakan salah satu target utama bahasan bilateral.
"Seperti Anda ketahui sepuluh tahun terakhir jumlah mahasiswa Indonesia di AS berkurang sangat tajam dari 14 ribu menjadi 7 ribu. Kita akan coba atasi itu sehingga ada peluang lebih besar bagi warga negara kita untuk studi di AS," tutur Marty.
Mengenai hasil Pemilu sela di AS di mana DPR dikuasai Partai Republik, Marty menegaskan hal itu tidak mempengaruhi hubungan RI-AS.
"Tidak, sama sekali tidak. Hubungan Indonesia-AS sifatnya tidak akan terdampak pada keadaan dalam negeri," jelasnya.
Sementara Menkopolhukam Djoko Suyanto mengatakan Obama akan datang ke Indonesia pada 9 November sore dan langsung mengadakan pertemuan bilateral. Malam harinya Obama akan menghadiri jamuan kenegaraan. Esok harinya, Obama akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan siangnya akan berpidato di Universitas Indonesia (UI).
"Siangnya langsung ke Seoul (Korsel) pertemuan G-20," jelasnya.
Rapat tentang persiapan kunjungan Obama sudah dimulai sejak pukul 14.00 WIB. Rapat tampak dihadiri 3 menteri koordinator, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menkokesra Agung Laksono, dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Tampak pula Menlu Marty Natalegawa dan Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal. Rapat berlangsung tertutup dan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB.
(nwk/van)










































