Salah seorang penumpang, Djoko, menyatakan pesawat GA 210 take off dari Bandara Cengkareng sekitar pukul 12.50 WIB, Kamis (4/11/2010). Seharusnya pesawat yang cukup dipadati penumpang itu mendarat di Bandara Yogya pada pukul 14.00 WIB.
Namun, sesampai di kawasan udara Yogyakarta, cuaca tampak buruk dan gelap. "Cuaca memang sangat buruk, langit terlihat gelap," kata Djoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilot mengumumkan pesawat kembali ke Jakarta karena alasan cuaca buruk dan jarak pandang yang sangat pendek, hanya 1 KM," kata Djoko.
Akhirnya pesawat Garuda pun terbang kembali ke Cengkareng. "Tiba di Cengkareng pukul 16.00 WIB. Sekarang kami masih menunggu di Terminal 2 F. Dijanjikan pukul 17.00 WIB terbang ke Yogya, tapi sampai sekarang belum ada pengumuman lagi," kata dia.
Terhadap kembalinya pesawat tersebut ke Jakarta, Djoko mengaku, semua penumpang memaklumi keputusan pilot karena sesuai standar keamanan.
Hingga pukul 17.20 WIB, cuaca di Kota Yogyakarta memang masih buruk. Hujan masih mengguyur, mendung sangat tebal, dan hujan abu vulkanik Merapi masih terjadi. Gemuruh dari perut Merapi juga masih terus terdengar, termasuk oleh warga dari jarak 22 KM dari Puncak Merapi.
(asy/nrl)











































