BEA menyatakan, pihaknya akan ikut menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi pada pesawat buatan Prancis itu. Juru bicara BEA menyatakan, tampaknya bagian dari penutup mesin telah terlepas.
"Yang kita tahu saat ini adalah bahwa mesin kehilangan penutup bagian belakangnya. Ini kesalahan di bagian belakang motor jet yang menimbulkan kerusakan serius," kata juru bicara BEA di Paris, Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Troadec, pilot kemungkinan mematikan salah satu mesin setelah menemukan keanehan.
"Sangat mungkin pilot mematikan mesin ketika menemukan keganjilan. Namun kita harus berhati-hati, kita belum tahu penyebab keganjilan tersebut," tutur Troadec.
Sebelumnya juru bicara Qantas menyatakan bahwa pesawat bertujuan Sydney, Australia itu mengalami masalah pada salah satu mesinnya sehingga membuat pilot mematikan mesin tersebut. Pilot pun memutuskan untuk kembali ke Bandara Changi, Singapura setelah sempat berputar-putar di atas Batam untuk membuang bahan bakar yang masih penuh.
Pesawat A380 tersebut memiliki empat mesin sehingga dengan tiga mesin yang masih menyala, pesawat bertingkat tersebut masih tetap bisa mengudara. Pesawat yang mengangkut 433 penumpang dan 26 kru itu pun berhasil mendarat dengan selamat di Singapura. Tak ada korban luka dalam insiden tersebut. (ita/nrl)











































