Hati-hati Kejahatan di Tol JORR Saat Jam Aplusan PJR

Hati-hati Kejahatan di Tol JORR Saat Jam Aplusan PJR

- detikNews
Kamis, 04 Nov 2010 16:20 WIB
Jakarta - Kejahatan bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Tanpa terkecuali, di jalan bebas hambatan (tol) sekali pun, kejahatan bisa mengincar kita.

Seperti yang disampaikan dalam sebuah pesan Blackberry yang diterima detikcom, Kamis (4/11/2010). Pelaku kejahatan itu mencoba memeras pengemudi mobil di jalan tol. Modusnya dilakukan dengan cara memepet korban di jalan tol, lalu memberhentikannya sambil merusak mobil korban. Kejadian itu terjadi pada saat jam aplusan PJR, sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (29/10).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya sejauh ini belum mendapat laporan warga mengenai pemerasan dengan modus itu. Meski demikian, pengguna jalan tol diimbau untuk waspada.

"Kita belum terima laporan kasus seperti itu. Tapi masyarakat sebaiknya berhati-hati jika menemukan gejala-gejala seperti itu," kata Boy.

Beginilah pesan itu. "Waspada Maniak JORR. Be Carefully Moms. Hati-hati kalau melintas tol JORR. Saya mau bagi pengalaman. Jumat (29/10) kemarin waktu supir jemput anak Ρ•aya selesai kegiatan sekolah, masuk tol JORR dari pintu Bintaro."

"Ada mobil yang memaksa masuk jalur mobil saya di pintu tol, tetapi tidak diberi oleh supir. Setelah bayar tol, supir saya dikejar-kejar dan dipotong jalannya dipaksa untuk berhenti. Tapi supir saya tetap jalan, karena merasa tidak ada masalah dan tidak mau terpancing karena bawa anak-anak."

Akan tetapi mobil tersebut tetap mepet dan memaksa mobil korban untuk berhenti sampai 5 kali, sehingga akhirnya mobil berhenti di dekat Pondok Indah. Sopir korban langsung dipukuli berkali-kali di depan anak-anak saat keluar dari mobil.

Sementara pasangan pelaku, seorang wanita keluar dari mobil tersebut. Tangan si perempuan itu lalu masuk ke mobil dan menarik-narik PSP yang ada di tangan anak korban sambil membawa kunci stang.

Si pelaku pria berteriak sambil menendang-nendang mobil dan memaki-maki. Pria itu lantas memecahkan kaca spion dan pecahan kacanya dibuang ke dalam ke arah anak korban.

"Sebagai ibu saya sangat sedih memikirkan betapa kaget, takut dan traumanya anak saya," tulis pesan itu.

Dan setelah puas merusak mobil korban, para pelaku kabur meninggalkan kaca-kaca mobil korban yang hancur. Pelaku disebut menaiki mobil Xenia warna hitam berplat nomor B 1365 CTA.

Usai peristiwa itu, si Pemberi pesan mengaku melapor ke Polda Metro Jaya. Dan setelah mengecek plat nomor kendaraan pelaku, ternyata mobil tersebut bodong.

Menanggapi hal itu, Boy menyarankan agar masyarakat waspada dengan modus sepeti itu. "Jangan berhenti, kalau mau berhenti, cari kantor polisi terdekat," tutup Boy.

(mei/rdf)


Berita Terkait