"Yang di pengungsian, ada 3 warga mengalami gangguan jiwa agak berat. Umurnya sekitar 50 tahun," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Prof Dr Soeroyo Magelang, Nur Dwi Esti, saat dihubungi detikcom, Kamis (4/11/2010).
Menurut dia, ketiga orang tersebut terdiri dari dua perempuan dan 1 laki-laki. Mereka kini berada dalam pengawasan di tempat pengungsian Gunung Pring, Muntilan, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gangguan agak berat seperti apa yang dialami mereka? "Suka melamun, merasa diancam dan seperti ada yang mau mencelakai, padahal tidak ada apa-apa. Ini tidak bisa dibiarkan, karena kalau dibiarkan nanti akan menyerang atau mencelakai yang lain," kata dia.
Menurut dia, ada 35-40 warga di pengungsian yang mengalami gangguan jiwa ringan. Mereka juga mendapat penanganan karena sering kali merasa cemas tanpa sebab yang jelas.
"Mereka umumnya di atas 30 tahun dan kebanyakan laki-laki," jelas Dwi.
Dwi menerangkan, para pengungsi yang mengalami gangguan jiwa belum sampai tahapan mengamuk ataupun mencoba bunuh diri. Hanya saja mereka kerap berjalan-jalan di jalanan saat pengungsi lainnya tidur di malam hari. Mereka pun tidak merespons suara sirine.
Dia menyebutkan, setiap hari tim terapi yang beranggotakan 16 orang berada di tempat pengungsian. Tim ini terdiri dari dokter, perawat, psikiater dan pekerja sosial.
(vit/fay)











































