Demo Buruh di Balaikota DKI Diselingi Aksi Saling Pijat & Dangdutan

Demo Buruh di Balaikota DKI Diselingi Aksi Saling Pijat & Dangdutan

- detikNews
Kamis, 04 Nov 2010 15:04 WIB
Jakarta - Asosiasi Pekerja (Aspek) ternyata punya tips sendiri dalam mengurangi rasa lelah saat berunjuk rasa. Para buruh dari berbagai perusahaan swasta ini berunjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta sambil memijat satu sama lain dan dangdutan.

Pendemo tiba di depan kantor Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/11/2010), pukul 12.00 WIB. Saat tiba di lokasi, mereka langsung menggelar orasi. Setelah kurang lebih 15 menit berorasi, mereka pun menyetel musik dangdut.

Kurang lebih 150 buruh ini pun langsung berjoget. Setelah musik selesai, mereka kemudian ambil formasi duduk dan saling memijat satu sama lain. Aksi ini dilakukan berulang-ulang sehingga memakan lebih dari setengah badan jalan. Kendaraan yang tengah melintas menuju ke Patung Kuda Indosat pun mengalami kemacetan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biar tidak lelah. Karena demonya lama," kata koordinator lapangan Wahyudi saat ditanyai kenapa harus dengan aksi saling pijat.

Karena telah memakan lebih dari setengah badan jalan, para pendemo meminta maaf kepada pengendara lalu lintas yang lewat. "Maaf Ibu, Bapak, pengguna jalan. Karena aksi kami bikin macet. Tapi kami nggak tiap hari kok Bu, Pak," ujar seorang orator.

Dalam aksinya mereka membawa dua spanduk besar. Satu spanduk bertuliskan "Naikkan upah buruh. Kami berhak mendapatkan upah yang lebih layak". Kemudian spanduk lainnya bertuliskan "Stop system outsourcing".

Mereka menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mundur dari jabatannya. Foke dinilai gagal mengemban amanah buruh di Jakarta. Mereka juga menuntut upah layak dan menentang pembahasan RUU mengenai ketentuan upah buruh yang baru yang hanya naik 5-10 persen.

(gus/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini