Para teknisi Qantas saat ini tengah meneliti salah satu dari empat mesin yang bermasalah tersebut. Menurut Qantas, pesawat flight QF32 tersebut dilengkapi dengan empat mesin Rolls-Royce Trent 900 buatan Inggris.
"Ada masalah dengan mesin nomor dua dan mesin itu dimatikan dan pesawat tiba dengan selamat," kata juru bicara Qantas Olivia Wirth seperti dilansir ABC News, Kamis (4/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh 433 penumpang dan 26 kru, dan kami sebenarnya punya tiga kapten di pesawat saat itu.... semuanya selamat dan baik-baik saja," imbuhnya.
Dikatakannya, para teknisi saat ini tengah bekerja lembur untuk memeriksa mesin pesawat dan menemukan apa sebenarnya yang terjadi.
"Kami sedang memeriksanya. Ini pastinya hal yang sangat penting bagi kami, namun yang terpenting adalah para penumpang dan kru telah tiba dengan selamat," tandas Wirth.
Pesawat Qantas dengan nomor penerbangan QF32 tersebut menempuh rute penerbangan dari London, Inggris lalu transit di Singapura dan akan berakhir di Sydney, Australia. Namun gara-gara masalah pada salah satu mesinnya, pesawat terpaksa kembali ke Singapura.
Sebelum tiba di Bandara Changi, pesawat sempat berputar-putar di atas Batam guna membuang bahan bakar. Pesawat pun sempat menjatuhkan serpihan-serpihan sayap di Batam yang telah ditemukan oleh warga sekitar.
(ita/nrl)










































