"Selain menimpa mobil Avanza, juga mengenai salah seorang murid dan guru di SD 007 Eden Park kawasan Batam Center," ujar saksi mata yang berada di lokasi, Fahmi, kepada detikcom, Kamis (4/11/2010).
Menurut Fahmi, siswa SD yang menjadi korban tersebut diketahui bernama Junaedi, sedangkan sang guru belum diketahui namanya. Junaedi mengalami luka di bagian kakinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi menambahkan, selain mengenai guru dan murid SD, serpihan milik Qantas tersebut juga menimpa atap gedung sekolah dasar tersebut.
"Serpihan itu juga menghantam atap sekolah, genteng sekolah sampai jebol," tutup Fahmi.
Warga terus berdatangan ke sekolah tersebut untuk menyaksikan serpihan pesawat yang jatuh. Mobil Avanza BP 1525 BD yang jadi korban juga masih di TKP.
Sementara itu diberitakan AFP, pesawat Qantas berwarna body putih dengan paduan merah di bagian mesin dan ekornya itu mendarat kembali ke Singapura dengan dramatis. Saat mendarat, pesawat tersebut dikelilingi asap dari bagian mesin. Bagian mesinnya tampak berwarna hitam.
Pesawat ini memiliki rute London-Sydney. Setelah terbang dari London, pesawat superjumbo ini kemudian transit di Bandara Changi, Singapura. Setelah take off dari Changi, pesawat mengalami kerusakan mesin saat berada di atas Batam.
Penumpang pesawat berjumlah 443 dan 26 kru. Mereka semuanya selamat, tidak ada yang terluka. Ironisnya, korban luka dan kerusakan justru terdapat di Batam.
(ddt/nrl)










































