Pesawat berjenis Airbus A380 itu harus kembali ke Bandara Changi, Singapura, setelah pilot terpaksa mematikan salah satu dari empat mesin pesawat. Demikian disampaikan juru bicara Qantas seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Kamis (4/11/2010).
Pesawat asal Singapura dengan nomor penerbangan QF32 tersebut bertujuan ke Sydney, Australia. Juru bicara Qantas mengatakan, masalah bersumber pada mesin nomor dua. Namun dia mengaku tidak tahu mengapa pilot terpaksa mematikan salah satu mesin pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini menimbulkan rumor yang tersebar luas di situs mikro-blogging Twitter bahwa pesawat tersebut telah jatuh. Namun ditegaskan Qantas, rumor itu sangat tidak akurat.
Sebelumnya, pesawat Qantas itu terlihat berasap di langit Batam. Lalu terdengar ledakan. Sejumlah onderdil pesawat juga berjatuhan. Pesawat yang berangkat dari Singapura itu kini telah kembali (return to base) ke Singapura.
Sementara, masyarakat di Batam, ramai-ramai menonton serpihan pesawat Qantas rute Singapura-Australia yang jatuh di Batam Center. Mereka penasaran dengan insiden yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB tersebut. (ita/nrl)










































