Pengungsi Membludak di Posko Cangkringan, Bau Belerang Menyengat

Merapi Kembali Meletus

Pengungsi Membludak di Posko Cangkringan, Bau Belerang Menyengat

- detikNews
Kamis, 04 Nov 2010 09:37 WIB
 Pengungsi Membludak di Posko Cangkringan, Bau Belerang Menyengat
Yogyakarta - Sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (4/11/2010), pengungsi di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, kembali turun ke Desa Wukirsari, setelah Gunung Merapi kembali meletus. Sampai pagi ini total pengungsi di posko Desa Wukirsari berjumlah 2.400 orang.

Sebelumnya, pengungsi di Desa Wukirsari 1.500 orang. Karena jumlahnya membengkak, para pengungsi di Cangkringan mengalami kekurangan peralatan MCK dan bahan makanan. Desa Wukirsari berada sekitar 15 KM dari Merapi.

"Karena ketambahan dari pengungsi Kepuharjo, kami kekurangan peralatan MCK dan bahan makanan," kata anggota Satlak Penanganan Bencana Kabupaten Sleman, Rosyid, di Posko Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Kamis (4/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kebutuhan air bersih, para pengungsi masih belum mengalami kesulitan. Sebab persediaan masih mencukupi.

Sementara, imbuh Rosyid, kondisi pengungsi Merapi di Desa Wukirsari saat ini mencekam. Mereka trauma jika terus-terusan terjadi letusan awan panas dari puncak Merapi.

"Kondisi pengungsi dibanding kemarin malam semuanya panik," kata Rosyid.

Sebelumnya, setelah sempat dinyatakan aman, Warga Desa Kepuharjo harus kembali dievakuasi. Hujan abu serta bau belerang yang masih terus terjadi, membuat warga kembali diungsikan. Bau belerang makin menyengat setelah letusan besar yang terjadi menjelang pukul 06.00 WIB.

Koordinator relawan dapur umum Desa Kepuharjo, Sulis menjelaskan, sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (3/11/2010) kemarin, awan panas memang turun ke arah Kepuharjo. Bahkan tiga rumah yang berdekatan dengan Kali Gendol terbakar bagian belakangnya.

Malamnya, Desa Kepuharjo dinyatakan aman. Warga pun perlahan-lahan kembali ke tempat asal mereka. Bahkan pagelaran wayang sempat akan digelar untuk memastikan bahwa wilayah ini bisa kembali ditempati.

Namun, kondisi makin membahayakan sehingga pagelaran wayang kulit pun akhirnya dibatalkan. Sedikit demi sedikit, warga kembali diungsikan. Mereka diangkut dengan menggunakan truk ke posko Desa Wukirsari agar tidak membuat panik warga.

(anw/asy)


Berita Terkait