Merapi Mengganas, Barak Pengungsi Baru di Klaten Dipersiapkan

Merapi Mengganas, Barak Pengungsi Baru di Klaten Dipersiapkan

- detikNews
Kamis, 04 Nov 2010 09:27 WIB
Merapi Mengganas, Barak Pengungsi Baru di Klaten Dipersiapkan
Klaten - Letusan besar yang terus-menerus terjadi dari puncak Merapi membuat kondisi di lereng gunung ini semakin mengkhawatirkan. Kawasan rawan bencana (KRB) telah diperluas menjadi radius 15 km dari puncak. Namun barak-barak pengungsian baru dipersiapkan untuk mengevakuasi warga ke tempat aman.

Padahal dari tiga barak pengungsian yang disediakan oleh Kabupaten Klaten untuk warganya, ada barak pengungsian yang dipakai untuk mengevakuasi warga selama ini berada di lokasi yang jaraknya kurang dari 15 km. Posko Dompol di Kemalang, Klaten, hanya berjarak sekitar 12 km dari puncak.

Pemkab Klaten memang telah memikirkan untuk membuka posko pengungsian baru yaitu di Desa Kepurun, Desa Ngemplakseneng, dan satu barak di Kecamatan Karangnongko. Namun hingga saat ini belum ada keputusan untuk menarik turun pengungsi yang berada di barak pengungsian Dompol.

"Kami menilai semua barak masih aman untuk ditinggali pengungsi, sehingga belum ada barak yang dipindahkan. Barak yang sudah ada sudah layak huni dan aman, sedangkan barak-barak yang baru sedang dipersiapkan," ujar camat Kemalang, Suradi, Kamis (4/11/2010).

Suradi juga menghimbau warga pengungsi untuk tidak mencuri-curi waktu untuk naik ke pemukiman karena kondisi Merapi semakin kritis. Biasanya warga pengungsi memang sering naik ke pemukiman pada pagi hari untuk memberi pakan ternak yang masih berada di perkampungan mereka.

Kondisi hari ini, terjadi erupsi sangat besar di Merapi gumpalan asan bercampur awan panas tak henti-hentinya dilontarkan oleh Merapi ke angkasa. Sejak pagi hingga menjelang siang ini asap dan awan panas terus membumbung hingga mencapai ketingiian ribuan meter ke angkasa.

Hujan abu dan material yang lebih kasar dilaporkan telah terjadi di kawasan rawan bencana Merapi. Dari arah Merapi, petugas telah menutup jalan menuju Merapi semenjak di Desa Dompol, Kemalang, Klaten. Siapa pun dilarang menerobos larangan, termasuk warga maupun wartawan yang biasa meliput di daerah tersebut.   
(mbr/mok)


Berita Terkait