"Karena letusan kemarin sore itu, warga panik dan akhirnya mereka memilih berduyun-duyun mengungsi ke tiga posko utama yang sudah ada," ujar petugas posko pengungsian utama di Klaten, Sri Winoto kepada detikcom, Kamis (4/11/2010).
Ledakan pengungsi itu lanjut Sri terjadi sejak pukul 23.00 WIB. Data yang didapatkan dari petugas di lapangan sampai pukul 05.00 WIB, jumlah pengungsi mencapai 11 ribu lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah yang membludak itu, membuat petugas akhirnya berinisiatif membangun 6 posko baru. Posko ini berada pada posisi yang cukup aman di radius 20 Km.
"3 posko yang sudah ada tidak cukup menampung ledakan pengungsi. Makanya kita tambah lagi 6 posko, di kelas-kelas sekolah, ada juga yang di balai desa," imbuhnya.
Melihat aktivitas Merapi yang tak kunjung berhenti mengeluarkan awan panas, ternyata membuat para pengungsi lebih antisipasi. Mereka memilih tetap di pengungsian dan tidak melakukan aktivitas memberi makan ternak untuk hari ini.
"Sampai pagi ini mereka lebih banyak yang diam di pengungsian, tidak hilir mudik sibuk kembali ke rumah untuk memberi makan ternak. Lebih waspada tampaknya," imbuhnya.
(lia/rdf)











































