"Informasi di lapangan sering simpang siur, maka itu saya harap warga yang ada di pengungsian agar bertanya dan mendengarkan informasi dari posko utama atau bertanya pada Pemda," ujar Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu kepada detikcom, Rabu (3/11/2010).
Dalam kondisi seperti ini, Yuni cukup paham dengan kondisi warga yang mudah terpancing dengan berbagai informasi yang berkembang. Agar tenaga warga tak terbuang sia-sia, Yuni meminta warga tetap tenang selama belum ada arahan dari petugas posko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga harus tunduk pada satu perintah jangan mendengar dari orang yang tidak jelas. Kalau mau kejelasan harus dengarkan satu komando," imbuhnya.
Yuni juga yakin di tengah pengungsian yang padat dengan kerumunan warga, pasti ada saja pihak yang coba mengganggu ketenangan. Namun dia berharap warga tetap mengacu pada satu komando saja.
"Di pengungsian ini kan banyak orang yang keluar masuk, lalu diam-diam memberitahukan informasi yang sebelumnya tidak dikoordinasikan dengan kita. Nah inikan akhirnya menimbulkan masalah baru," katanya.
Hingga saat ini, dikatakan Yuni, seluruh petugas yang ada di tiap posko mengacu pada setiap pernyataan yang disampaikan Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Dr Surono. Jika Surono menyatakan masih cukup aman, maka warga diminta tak panik dan tetap di tenda pengungsian.
"Karena patokan kita kan sekarang Pak Surono, kalau Pak Surono bilang aman, berarti wilayah kita aman," tegas Yuni.
(lia/rdf)











































