"Anggaran Kunker DPR pengawasan haji, Rp 4,9 miliar, merupakan jatah anggaran terbesar dibandingkan komisi dan alat klengkapan lain," ujar Sekjen Fitra, Yuna Harun, kepada detikcom, Rabu (3/11/2010).
Yuna menuturkan, anggaran tersebut diperoleh dari data pagu anggaran Komisi VIII DPR. Anggaran tersebut sudah termasuk uang saku untuk sekitar 30 anggota DPR yang akan ke Makkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuna kemudian mengkritisi kecerobohan DPR tersebut. Menurutnya, DPR tidak menggubris dorongan moratorium kunker, selama bencana sekalipun.
"DPR sungguh tidak peka dengan keadaan rakyatnya, ditambah Aji mumpung membawa anggota keluarganya. Terbukti moratorium yang tidak terlembagakan hanya dijadikan ajang cari muka partai-partai di DPR," tandasnya.
Rombongan pertama Komisi VIII DPR akan berangkat ke Makkah tanggal 4 November 2010. Rombongan berjumlah 15 orang.
Rombongan DPR juga menyertakan 9 orang keluarga. Mereka menjamin semua keperluan keluarga dibiayai masing-masing anggota.
Ketua DPR Marzuki Alie memaklimi anggota DPR yang membawa keluarganya saat kunker ke Makkah. Marzuki menilai pengawasan haji sangat penting.
(van/mok)











































