"Tahun ini jumlah tercatatnya 350 orang, jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 3.000 orang," kata Menteri Agama Suryadharma Ali yang menjadi Amirul Hajj saat dijumpai wartawan di Bandara King Abdul Azis Jeddah Selasa (2/11/2010) malam waktu Arab Saudi.
Menag yakin, adanya sindikasi terkait lolosnya visa haji untuk jamaah haji nonkuota. Kini koordinasi terkait sindikasi lolosnya visa haji jamaah haji sandal jepit ini terus digenjot. Kerjasama dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, tempat visa haji dikeluarkan, juga diintensifkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
jamaah nonkuota tersebut. Dalam pertemuan itu, Duta Besar Arab Saudi menegaskan pihaknya mengeluarkan visa melalui prosedur yang sangat ketat.
Visa hanya bisa dikeluarkan Kedubes bila yang bersangkutan mempunyai paspor dan surat izin keterangan yang dikeluarkan dari Kementerian Agama RI. Dubes Arab justru sangat terkejut dengan lolosnya visa haji bagi jamaah haji nonkuota tersebut.
"Kami baru bertemu semalam (Senin WIB-red), dan Dubes sendiri sangat terkejut mereka bisa loloskan visa haji bagi jamaah yang tidak terdaftar resmi," kata menteri dari PPP itu.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Slamet Riyanto mengatakan dirinya juga melakukan kerjasama dengan keimigrasian. "Mungkin juga harus ditanyakan kepada keimigrasian, kenapa haji nonkuota ini dapat terbang," katanya.
Hingga Selasa (2/11/2010), sudah 350 jamaah haji sandal jepit yang tiba di tanah suci. Mereka terdiri dari 216 orang asal KBIH Marifat Banten, satu orang dari KBIH At Taubah Riau, Sembilan orang asal KBIH Dzikrullah Sumatera Barat dan 214 orang KBIH Mamun Mulia asal Banjarmasin.
(iy/mok)











































