PKS Jelaskan Kronologi Kepergian Gubernur Sumbar ke Jerman

PKS Jelaskan Kronologi Kepergian Gubernur Sumbar ke Jerman

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2010 18:22 WIB
PKS Jelaskan Kronologi Kepergian Gubernur Sumbar ke Jerman
Jakarta - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Munich, Jerman, di tengah tanggap darurat bencana tsunami Mentawai. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menaungi Irwan pun menjelaskan lengkap kronologi hingga agenda Irwan ke Munich.

Penjelasan Humas PKS ini diterima pada Rabu (3/11/2010). Berikut ini penjelasan tersebut:

1. Kunjungan dilakukan berdasarkan undangan Duta Besar Republik
Indonesia di Berlin tanggal 31 Agustus 2010 yang meminta Gubernur Sumatera Barat menjadi pembicara dalam ajang Indonesian Bussiness Day yang akan diadakan di Muenchen, pada tanggal 5 November 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Topik utama dalam Indonesian Bussiness Day adalah pelaksanaan promosi terpadu Investasi, Pariwisata, dan Perdagangan di wilayah potensial Indonesia.

2. Sumatera Barat dipilih sebagai salah satu peserta di antara lima peserta provinsi undangan yaitu: Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.

3. Sementara di tingkat pusat akan hadir Mantan Presiden BJ Habibie,
Menteri Perindustrian RI, Menteri Perdagangan RI, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata serta Kepala BKPM Pusat. Mereka juga akan menyampaikan keynote speech dalam acara tersebut.

4. Indonesian Bussines Day diadakan bersama oleh Indonesian Mission in the Federal Republic of Germany yang terdiri dari Kedutaan RI di Berlin, Konsulat Jendral Indonesia di Frankfurt, dan Konsulat Jendral Indonesia di Hamburg.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan dan mengundang para pelaku investasi dan perdagangan Jerman untuk melakukan bisnis dan investasi yang sangat mempunyai prospek di Indonesia, dan yang paling utama di provinsi-provinsi yang diundang seperti tersebut di atas.

5. Indonesian Bussines Day terdiri dari beberapa kegiatan seperti
seminar, one on one meeting, dan mini exhibition dari produk-produk perdagangan Indonesia.

6. Adapun agenda Gubernur Sumatera Barat secara khusus adalah:

a. 4 November 2010,  mengadakan pertemuan secara khusus dengan
Gubernur Bavaria untuk membicarakan kemungkinan kerjasama luar negeri tidak hanya di bidang investasi, pariwisata dan perdagangan, namun juga di bidang lain serta  rencana pembentukan Sister Province West Sumatra – Bavaria.

Agenda pertemuan ini telah dikonfirmasikan dengan pihak negara bagian Bavaria, dan Gubernur Bavaria dengan senang hati akan menerima delegasi Sumatera Barat di kantor Gubernur Bavaria di Muenchen.

b. 5 November 2010, Gubernur Sumatera Barat akan menyampaikan paparan
berjudul ”Investment Opportunities In West Sumatra” yang berisi materi tawaran investasi di bidang unggulan seperti:
 
* tawaran investasi pariwisata dalam pembangunan cable car di Maninjau, Bukittinggi, dan Lembah Anai;
* tawaran investasi pariwisata di Kawasan Mandeh Pesisir Selatan untuk pembangunan resort;
* tawaran investasi pariwisata di Danau Diatas dan Danau Dibawah, Kabupaten Solok untuk pembangunan resort;
* tawaran investasi pembangunan infrastruktur short cut jalan kereta api Padang – Solok;
* tawaran investasi pengolahan dan penangkapan ikan tuna, tawaran
investasi pengolahan kakao;
* tawaran investasi dalam eksploitasi panas bumi
sebagai sumber energi listrik Sumatera Barat di masa depan.
*Pemerintah Jerman dan Provinsi Bavaria mempunyai kebijakan untuk mendukung energi hijau seperti energi panas bumi, air (PLTA), dan mikrohidro. Bahkan punya kebijakan memberikan grant hingga Rp 1 triliun.

c. 6 November 2010, akan dilakukan kunjungan seluruh anggota Delegasi
RI dipimpin oleh Bapak Dubes ke Messe Munchen Bio Solar Rooftop Facility pukul 09.00-11.00 dan Bio Energie Tann pukul 13.00-15.00.

Keduanya bergerak di bidang energi terbarukan yang sangat bermanfaat bagi Delegasi Sumatera Barat untuk mengunjunginya. Karena Sumatera Barat memiliki cadangan panas bumi yang sangat besar.

Dalam meeting selanjutnya akan dibicarakan penjajagan mekanisme pelaksanaan Carbon Trade yang sudah digagas di Oslo, Norwegia beberapa waktu yang lalu.

(nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads