Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, kepada detikcom, Rabu (3/11/2010).
"Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) awas Merapi telah terjadi krisis Merapi. Sedang akan dipertimbangkan memperluas radius berbahaya di atas 10 km dari Puncak Merapi,"Β kata Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak pukul 11:04, hingga kini belum berhenti. Beberapa semburan awan panas dengan lama sekitar 2 menit terekam secara susul menyusul," ungkap Andi.
Sebelumnya, pasca kenaikan status Gunung Merapi dari siaga menjadi awas, tanggal 25 Oktober 2010 lalu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kegunungapian (BPPTK) PVMBG merekomendasikan kawasan di bawah puncak Merapi pada radius 10 kilometer dikosongkan.
Masyarakat yang ada di radius tersebut diharapkan diungsikan ke wilayah aman dari erupsi Merapi. Radius 10 km dari puncak Merapi yang harus dikosongkan itu meliputi wilayah yang berada di sisi kanan dan kiri alur sungai yang berhulu di Merapi, yaitu Kali Boyong, Kali Kuning, Kali Gendol, Kali Woro, Kali Bebeng, Kali Krasak dan Kali Bedog.
Presiden SBY pagi tadi mengunjungi pengungsi Merapi, salah satunya di Posko Purwobinangun, Sleman. Pos ini di kawasan aman karena terletak 14-15 km dari puncak Merapi.
(djo/nrl)











































