"Rumah-rumah, pohon-pohon kan sudah diseruduk semua oleh awan panas pas tanggal 26 Oktober kemarin. Jadi sekarang awan panas itu meluncur kayak di jalan tol, wuss," Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Dr Surono saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/11/2010).
Pria yang saat ini akrab disapa Mbah Rono ini mengimbau agar masyarakat tidak 'ngemingke' (meremehkan) aktivitas Gunung Merapi saat ini. Meski awan panas berkekuatan kecil, namun karena sudah tidak ada lagi penghalang, jarak luncur jadi makin panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Mbah Rono mengatakan, saat ini Merapi sedang membangun rezeki baru untuk masyarakat yaitu pasir dan batu yang bisa ditambang warga dengan harga tinggi. Warga yang tinggal di sekitar Merapi diminta mengerti dengan aktivitas gunung paling aktif di Indonesia itu saat ini.
"Jeda dulu, biarkan Merapi beraktivitas dulu," kata Mbah Rono.
(ken/nrl)











































