Disesalkan, Gubernur Sumbar ke Jerman di Tengah Bencana Mentawai

Disesalkan, Gubernur Sumbar ke Jerman di Tengah Bencana Mentawai

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2010 15:44 WIB
Disesalkan, Gubernur Sumbar ke Jerman di Tengah Bencana Mentawai
Jakarta - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno pergi ke Jerman di tengah penanganan bencana gempa dan tsunami melanda Kepulauan Mentawai. Irwan harusnya bisa menunda kepergiannya dan lebih fokus menangani bencana.

Informasi kepergian politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Jerman ini diungkapkan politisi Golkar Indra J Piliang dalam akun twitternya @IndraJPiliang, 'Pak Gubernur Sumbar @Irwanprayitno mau kunjungi pengikut Hitler di Bavaria, Jerman, ya? Atau jemput bantuan #Mentawai???'.

Ketika dikonfirmasi detikcom, Indra mengatakan informasi tersebut diperoleh dari rekan-rekannya beberapa pengurus partai di DPD Sumbar. Indra yang berasal dari Pariaman, Sumbar, ini menyesalkan Irwan yang berangkat ke Jerman selang sepekan dari tragedi di Kepulauan Mentawai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tengah bencana dan situasi keprihatinan nasional ada larangan pada anggota-anggota DPR untuk tidak bepergian, konsen ke menangani bencana... ini kok gubenrur yang pergi," kritik Indra ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (3/11/2010).

Menurut informasi yang didapatnya, Gubernur Sumbar memang mendapat banyak undangan ke luar negeri, bukan hanya sekarang. Sebetulnya, dalam kondisi normal, tidak masalah bila undangan itu dipenuhi, apalagi bila gubernur sebagai pihak yang diundang. Namun, kali ini momentumnya kurang tepat.

"Yang paling penting momentumnya, situasi tanggap darurat bencana alam 2 bulan, sangat tidak layak gubernur tinggalkan daerahnya, apalagi bisa diwakilkan ke wakil gubernur ke perangkat daerah yang lain, ini sangat tidak baik," cetus Indra.

Masalahnya, gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah yang fungsinya bisa mengambil keputusan. Kendati bila pemerintahan didelegasikan kepada wakilnya, maka segala tindakan yang memerlukan keputusan harus dikonsultasikan dulu kepada gubernur sebagai pemimpin tertinggi di daerah.

"Ini pembangkangan terhadap pusat. Sebelum ada otoritas institusi nasional yang bekerja di Sumbar yang bekerja gubernur," kata dia.

Pemda Sumbar juga dinilai tidak sigap dalam menangani bencana di Mentawai. Saat gempa terjadi pada Senin 25 Oktober 2010 lalu, menurut Indra, Wakil Gubernur Sumbar Uslim Kasim berada di Korea Selatan. Sedangkan Gubernur pada Selasa pagi melantik Bupati-Wakil Bupati Agam.

"Saya ada di sana sama Gubernur, Selasa pagi nggak tahu ada tsunami, Selasa sore baru ketahuan. Rabu pagi Wapres ke Sumbar sama SBY. Ini agak kurang menghargai, Pak SBY saja bisa membatalkan kunjungan ke Belanda, masa Gubernur nggak bisa," tuturnya. 

Seharusnya, Irwan bisa menunda kunjungan ke luar negeri hingga dua minggu setelah bencana atau setelah masa tanggap darurat selesai.

"(Dia) Sudah berangkat hari ini. Saya kira itu bisa ditunda seminggu atau dua minggu kalau biayanya dari Jerman, mereka juga ngerti kan dan bisa meberikan bantuan. Kalau itu pakai uang negara apalagi, patut dipertanyakan dan memboroskan uang negara," kritik Indra. (nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini