"Merapi itu sedang membuat rezeki baru untuk masyarakat, nanti ada pasir baru untuk warga sekitar," kata Surono yang saat ini akrab disapa Mbah Rono ini saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/11/2010).
Karena itu, Mbah Rono meminta masyarakat yang tinggal di lereng Merapi bersabar untuk sementara. Dia juga meminta agar masyarakat tidak hanya terus mengeluh dengan adanya aktivitas Merapi saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang menyelesaikan doktor geofisikanya di Prancis ini mengatakan, saat ini Merapi masih mengeluarkan awan panas yang biasa disebut warga sekitar wedhus gembel. Awan panas itu memiliki suhu di atas 500 derajat celcius yang sangat berbahaya baik bagi manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
"Jadi lebih baik jeda dulu sebentar, jangan merasa mengungsi itu seperti diusir dan sebagainya. Ini demi kebaikan bersama," kata pria 55 tahun ini.
Badan Geologi mencatat, Merapi secara rutin meletus setiap 2-5 tahun. Selain memberi ancaman saat meletus, Merapi juga memberikan pemandangan indah dan tanah yang subur bagi warga sekitar. (ken/nrl)











































