Masya Allah! Rombongan DPR yang Pergi ke Makkah 67 Orang

Masya Allah! Rombongan DPR yang Pergi ke Makkah 67 Orang

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2010 15:21 WIB
Masya Allah! Rombongan DPR yang Pergi ke Makkah 67 Orang
Jakarta - Sungguh mengejutkan, rombongan tahap II anggota DPR yang pergi ke Makkah, Arab Saudi, dalam rangka pengawasan haji pada 9-21 November berjumlah 67 orang. Sebagian besar anggota rombongan justru pendamping seperti suami dan istri mereka dan staf ahli.

Dalam dokumen berkop burung Garuda bertuliskan Dewa Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yang beredar ke publik dan diperoleh detikcom, Rabu (3/11/2010), tertulis daftar nama anggota Komisi VIII DPR RI dan pendamping, dalam rangka pengawasan pelaksanaan Haji tahap II tahun 1431/2010 M tanggal 9-21 November 2010. Tercatat dalam rombongan itu antara lain yakni Wakil Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding menempati kamar nomor I dan menggunakan pesawat di kelas bisnis.

Kemudian Wakil Ketua Komisi VIII Radityo Gambiro bersama istrinya, Linda Amerencia Radityo, menempati kamar II di pesawat di kelas bisnis, Wakil Ketua Komisi VIII Ahmad Zainuddin Bashiran dan istrinya Wahidah Rumondang Bulan di kamar III dan menggunakan pesawat di kelas bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tjatur Sapto Edy dan istrinya Dian Luthfianingtyas Sapto Edy di kamar XV dengan pesawat di kelas bisnis. Imran Muchtar Alifia dengan istrinya Nazariah Imran Muchtar di kamar VI dengan pesawat di kelas ekonomi.

Amin Santoso Maska dengan Yoyoh Rukiyah Amin serta Yovy Trijayanti Amin di Kamar V dengan pesawat di kelas ekonomi, dan Mahrus Munir Mawardi dengan Fitrotul Islamiyah Jamil dan Cholifah Mahfudi Munaji di kamar IV dengan pesawat di kelas ekonomi.

Dalam data itu tercatat sebagian besar rombongan terdiri atas pendamping. Ada 41 orang pendamping yang disebutkan dalam rombongan itu.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Komisi VIII Ahmad Zainudin tidak membantah kalau rombongan besar ini memang untuk pergi haji. Dia beralasan pengawasan harus sampai waktu wukuf. Soal rombongan yang besar, dia menjamin tidak membebani anggaran negara.

"Semuanya biaya sendiri," ujar Ahmad saat dihubungi detikcom.
(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads