Referensi Tentang Potensi Wisata Papua Masih Minim

Aku Cinta Indonesia (ACI)

Referensi Tentang Potensi Wisata Papua Masih Minim

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2010 14:35 WIB
Referensi Tentang Potensi Wisata Papua Masih Minim
Jakarta - Banyak pertanyaan yang muncul di benak Ayos Purwoaji selama berpetualang di Tanah Papua. Salah satunya ialah, mengapa daerah yang memiliki alam yang demikian indah, sangat sulit ditemukan referensinya.

Peserta Aku Cinta Indonesia (ACI) detikcom yang berasal dari Surabaya ini bersama teman satu timnya Sukma Kurniawan telah menjelajahi bagian timur Indonesia selama dua minggu. Kesimpulan mereka, Indonesia sangat kaya tetapi yang menikmatinya kebanyakan orang luar negeri.

Bukti kekayaan Indonesia salah satunya ada di Papua. Keindahan alamnya yang menawan dan terdapat beribu-ribu flora dan fauna endemik yang artinya hanya terdapat di Papua. Tidak lupa Ayos mengabadikan pengalamannya selama di Papua menggunakan kamera. Setelah kembali ke Surabaya pada akhir Oktober 2010, ia pun dengan bangga memamerkan foto-foto hasil jepretannya kepada teman-temannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kayak gini gak mungkin ada di belahan bumi lain. Bahkan saking bagusnya teman-teman saya bilang kalau saya ambil foto itu dari negeri antah berantah. Apalagi waktu melihat foto rumah tradisional di Wamena, mereka mengira itu adalah rumahnya Frodo (tokoh penyihir dalam film The Lord of The Ring, red) ," ujar Ayos, ketika dihubungi detikcom, Rabu (3/11/2010).

"Keunikannya adalah di sana masih menggunakan koteka. Mungkin kalau ke sana akan panas dingin melihatnya, karena setiap suku mempunyai ukuran diamter yang berbeda-beda. Seperti di Suku Dani ukurannya M (sedang), suku Lani ukurannya L (besar) dan suku Yali paling kecil mungkin dengan diameter 2 cm tapi panjangnya bisa sampai 1 meter," sambungnya sambil tertawa.

Pria berusia 23 tahun ini berniat membuat film atau buku tentang Papua dan menunjukkan kalau di belahan bumi Indonesia ada tempat yang sangat indah, sehingga mendorong orang Indonesia mengunjungi Papua. Menurutnya kalau tidak ada yang menulis tentang budaya Suku Dani yang terakhir di Indonesia, generasi penerus tidak akan tahu.

Ayos menuturkan bahwa ia sudah mencari buku literatur tentang Papua sebelum berangkat, namun tidak ada yang lengkap. Kalau pun ada buku tentang Papua, penulisnya adalah orang luar.

"Untuk bikin itu butuh pendanaan sendiri. Sementara ini, foto-foto selama di Papua akan saya share lebih dulu melalui facebook," ujarnya.


Pengalaman para peserta ACI dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.

Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.

(lom/lom)


Berita Terkait