"Jakarta ini seperti provinsi tanpa gubernur. Kemacetan dimana-mana, kepadatan pemukiman penduduk luar biasa," kritik anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Fayakun Adriadi, dalam diskusi kenegaraan di DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2010).
Fayakun mengkritisi kebijakan Foke dalam mengatasi kemacetan Jakarta. Kemacetan Jakarta sudah menjadi potret kegagalan kinerja Foke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fayakun kemudian mengkritisi pemukiman padat penduduk di Jakarta. Sejumlah wilayah kerap terendam banjir.
"Itu karena jutaan warga ada di bantara kali," keluh Fayakun.
Anggota Komisi I DPR dari FPAN Teguh Juwarno mengeluhkan hal serupa. Teguh mengaku kecewa kerap terjebak kemacetan Jakarta.
"Bayangkan ke Bandara saja sampai tiga jam," keluh Teguh.
Teguh menyarankan agar pemerintah DKI Jakarta segera merealisasikan MRT. Dia juga meminta agar MRT dibuat hingga kota pinggiran Jakarta.
"Saya setuju dibuat monorel saja supaya bisa mengangkut semua penduduk Jakarta," usul Teguh.
Selain itu, Teguh juga menyoroti banyaknya sampah di Jakarta. Teguh berharap Foke mencari solusi agar arus sampah tidak mengotori Jakarta.
"Bagaimana agar tidak ada yang membuang kasur di sungai. Gubernur harus menyampaikan aksinya tidak hanya minta tolong dibereskan saja," tandasnya.
(van/anw)











































