Dalam travel advisory yang dikeluarkan ketiga negara itu disebutkan, target-target serangan kemungkinan mencakup tempat-tempat yang sering dikunjungi para ekspatriat dan turis asing, seperti bandara dan pusat perbelanjaan. Warga pun diimbau untuk menerapkan kehati-hatian ekstra.
"Serangan-serangan teroris, termasuk pengeboman, mungkin terjadi kapan saja, di mana saja di Filipina, termasuk di Manila," demikian Departemen Urusan Luar Negeri Australia dalam travel advisory bertanggal 2 November seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (3/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Australia juga mengulang kembali imbauan bagi warganya untuk tidak bepergian ke Mindanao, Filipina selatan dikarenakan tingginya ancaman kekerasan dan penculikan.
Menteri Pertahanan Filipina Voltaire Gazmin menyatakan, pemerintah Filipina tidak menemukan adanya ancaman spesifik. Namun dikatakannya, peringatan ketiga negara tersebut ditanggapi dengan serius.
(ita/nrl)











































