"Jadi, umumnya kebijakan luar negeri (AS) itu stabil, terutama menyangkut Indonesia. Karena sikap Amerika terhadap hal-hal yang terkait dengan Indonesia biasanya bipartisan sikapnya, tidak menunjukkan sikap yang partisan," ujar pengamat politik Anies Baswedan kepada wartawan di sela-sela acara nonton bareng US Mid-Term Election di kediaman Wakil Dubes AS, Jl Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2010).
"Sehingga apapun outcome dari mid-term election ini, saya rasa tidak akan berpengaruh besar terhadap hubungan Indonesia-Amerika," imbuh Rektor Universitas Paramadina ini.
Anies berpendapat, hasil pemilu sela ini justru akan lebih berdampak pada kebijakan domestik AS dibanding kebijakan luar negerinya. "Jadi mid-term election ini akan punya efek lebih banyak di dalam domestik politik Amerika daripada di dalam kebijakan luar negerinya," tutur Anies.
Anies memperkirakan, kebijakan luar negeri AS terutama di wilayah konflik seperti Afghanistan dan Irak, akan tetap stabil. Kebijakan Obama di kedua negara Timur Tengah tersebut dinilai cukup jelas sehingga tak akan banyak berubah.
"Saya rasa Presiden Barack Obama dalam persoalan Afghanistan dan Irak sudah punya garis policy yang jelas dan hasil ini tidak banyak berubah, dalam pandangan saya," ucapnya.
Meskipun hasil sementara menunjukkan bahwa Partai Republik mengungguli Partai Demokrat dalam perolehan kursi DPR, namun Anies memprediksikan bahwa Partai Demokrat masih tetap mendominasi dalam Senat. Hal ini, menurut Anies, akan menimbulkan keseimbangan baru dalam perpolitikan AS.
"Kalau kita lihat nanti, kelihatannya senat masih akan tetap didominasi oleh Demokrat. Jadi situasi itu mungkin menimbulkan keseimbangan baru saja," tandasnya.
Menurut hasil penghitungan sementara, Partai Republik telah meraih 180 kursi DPR sedangkan Partai Demokrat meraih 123 kursi. Dalam hal ini untuk bisa menguasai DPR, masing-masing partai harus meraih 218 kursi.
Sedangkan dalam pemilihan Senat, sejauh ini Partai Demokrat masih sedikit lebih unggul dengan meraih 47 kursi, sementara Partai Republik baru meraih 42 kursi. Dibutuhkan minimal 51 kursi untuk meraih kemenangan di Senat.
(nvc/anw)











































