Contohnya, ngetem sembarangan. Perilaku seperti ini sering ditemui pada angkutan umum baik itu Metro Mini maupun taksi.
Apalagi angkutan umum tersebut, ngetem di jalur protokol, jalur yang semestinya tidak boleh ngetem pada titik-titik tertentu. Hal itu sering kali mengakibatkan kemacetan di ruas Jalan Thamrin-Sudirman pun tidak terhindarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, Rabu (3/11/2010) pagi, sejumlah taksi dan Metro Mini ngetem di ruas Jalan Thamrin-Sudirman. Mereka berjejer di depan gedung-gedung perkantoran seperti Wisma Metropolitan, gedung Mayapada, gedung BRI, di depan Kampus Atma Jaya dan depan Sarinah.
Kadang angkutan umum tersebut ngetem pada tanda dilarang berhenti. Bahkan, sejumlah Metro Mini menaikkan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya.
Tidak ada petugas kepolisian yang menghalau angkutan yang membandel itu. Polisi hanya berjaga di pos jalur 3 in 1 untuk mengawasi kalau-kalau ada mobil yang membawa penumpang kurang dari 3 orang.
Begitu juga dengan petugas polisi yang berada di depan Plaza Semanggi. Petugas memberhentikan sejumlah mobil pribadi yang hendak mengarah ke kolong jembatan Semanggi. Terkadang, mobil yang diberhentikan petugas membuat macet lalu lintas karena berada persis di tengah jalan.
(mei/nrl)











































