Butuh 1.000 Truk Batu Kerikil Untuk Menutup Lubang

Heboh Lubang Raksasa di Jerman

Butuh 1.000 Truk Batu Kerikil Untuk Menutup Lubang

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2010 10:43 WIB
Butuh 1.000 Truk Batu Kerikil Untuk Menutup Lubang
Berlin - Kemunculan lubang raksasa di sebuah kota kecil di Jerman ramai diberitakan media-media asing. Apalagi lubang tersebut muncul tiba-tiba di tengah kawasan pemukiman.

Lubang sedalam 20 meter tersebut mendadak muncul di tengah-tengah pemukiman di Kota Schmalkalden, sekitar 120 kilometer sebelah timur laut Frankfurt pada 1 November lalu. Terbentuknya lubang berukuran sekitar 30 meter kali 30 meter tersebut menelan sebuah mobil dan satu pintu garasi. Tak ada korban luka-luka dalam peristiwa ini.

Pada hari Rabu, 3 November ini, otoritas setempat mulai melakukan upaya untuk menutup lubang raksasa tersebut. Sinkhole itu akan ditutup dengan batu-batu kerikil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pejabat-pejabat setempat seperti dilansir surat kabar lokal, Thueringer-Allgemeine dan dilansir CNN, Rabu (3/11/2010), dibutuhkan lebih dari 1.000 truk bermuatan kerikil untuk menutup lubang menganga tersebut.

Kemunculan lubang besar tersebut diawali dengan suara gemuruh dahsyat yang didengar warga setempat. Akibat peristiwa amblesnya tanah ini, 6 rumah telah dikosongkan. Sebanyak 25 orang penghuni rumah-rumah tersebut untuk sementara ini tinggal di tempat lain.

Sejauh ini belum bisa dipastikan penyebab sinkhole tersebut. Namun menurut badan Survei Geologi AS, peristiwa ini sama dengan peristiwa yang terjadi di Guatemala pada Mei lalu. Dikatakan badan AS tersebut, sinkhole-sinkhole umumnya ditemukan di daerah-daerah di mana batuan dasar adalah batu-batu gamping, atau bebatuan lain yang bisa dilarutkan dengan air tanah.

Menurut Lutz Katschmann, pejabat kantor geologi dan lingkungan hidup negara bagian Thuringia, Jerman, sinkhole kemungkinan disebabkan susunan bebatuan bawah tanah yang retak dan kemudian menciptakan rongga. Dikatakannya, Jerman kadang-kadang mengalami fenomena sinkhole ini saat air menciptakan rongga di daerah-daerah runtuhnya tambang-tambang kuno. (ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini