"Kami mengadakan rapat sampai jam 20.00 WIB. Khusus kloter 64-67 dialihkan ke Surabaya, sebab abu vulkanik. Dari Australia mengeluarkan warning alert, pilot yang berasal dari Inggris tidak berani melakukan penerbangan dari Solo," kata Manajer Duty Bandara Adi Sumarmo, Edy Martono saat dihubungi detikcom, Rabu (3/11/2010).
Menurut Edy, tidak tertutup kemungkinan pengalihan tersebut akan menimpa kloter lain sebanyak 25 penerbangan. Jumlah itu dilayani oleh 5 pesawat Garuda.
"Ada kemungkinan itu seterusnya, 25 kloter. Kalau situasinya tidak memungkinkan. Itu rapat dihadiri pihak Kanwil Agama, Garuda, Angkasa Pura, dan lainnya. Sekarang pesawat 1 di batam, 4 masih di sini," imbuh Edy.
Sebelumnya, pengamat mesin pesawat dari ITB Firman Hartono memastikan abu vulkanik berbahaya untuk penerbangan. Sebab debu vulkanik dapat menyebabkan mesin kotor bahkan mati.
"Karena debu menyebabkan udara yang masuk ke engine menjadi berkurang dan akibatnya engine menjadi kehilangan daya. Ini menyebabkan flame out, apinya mati karena kurang oksigen," ucap Firman saat dihubungi detikcom, Senin (1/11/2010).
"Liquid akan menempel di sudut turbin sehingga menyebabkan blocking dan akibatnya udara tidak bisa lewat. Power engine pesawat akan turun, dan yang paling buruk engine-nya mati," jelas Firman.
(Ari/lrn)











































