"Presiden menekankan kebutuhan bagi Yaman untuk membantu penguatan sektor pengiriman kargo melalui peningkatan keamanan," kata Gedung Putih usai pertemuan antara dua Presiden tersebut, seperti dilansir AFP, Selasa (2/11/2010).
Dalam pertemuan itu, Obama dan Saleh juga mendiskusikan kerjasama AS-Yaman dalam memberantas Al-Qaeda di semenanjung Arab. Obama juga mengajak dunia internasional untuk membantu Yaman dalam memperkuat keamanan pengiriman kargonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden menyoroti hubungan AS dengan Yaman difokuskan pada isu pemberantasan terorisme, begitu juga pembangunan kesejahteraan dan stabilitas Yaman melalui bantuan ekonomi dan kemanusiaan," tambahnya.
Ancaman teroris ini bermula dari ditemukannya sebuah paket di Bandara East Midlands, Inggris berisi cartridge tinta komputer yang dimanipulasi. Cartridge itu berisi bubuk putih, kabel dan papan sirkuit yang diduga merupakan material bom. Paket dari Yaman itu ditemukan dalam pesawat kargo UPS bertujuan AS.
Kemudian paket mencurigakan lainnya, juga menuju Amerika, ditemukan dalam pesawat FedEx di Dubai. Pesawat-pesawat kargo itu diperiksa di bandara Philadelphia dan Newark dekat New York, AS.
Presiden AS Barack Obama menyampaikan langsung perihal temuan paket bahan peledak tersebut. Obama mengatakan, otoritas telah menemukan ancaman teroris kredibel terhadap AS menyusul temuan paket-paket berisi bahan peledak di atas pesawat-pesawat kargo bertujuan AS.
(lrn/Ari)










































