Menurut juru bicara Merkel, Steffen Seibert paket tersebut ditemukan di ruang surat Merkel. Sementara itu si empunya alamat sedang melawat ke Belgia.
"Selama pemeriksaan rutin pada surat yang diterima, paket kecil ditemukan
dengan fitur mencurigakan yang menunjuk ke kemungkinan bahan peledak
di dalam, "kata Seibert seperti dikutip AFP, Selasa (2/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita itu datang setelah bom parsel meledak di Kedubes Rusia dan Swiss
di Athena pada hari yang sama. Aksi ini merupakan aksi terbaru dalam gelombang serangan ekstremis sayap kiri.
Sebelumnya, Senin (1/11/2010) paket serupa juga dikirim ke Kedubes Perancis di Yunani. Paket itu ditujukan ke Presiden Nicolas Sarkozy tetapi berhasil digagalkan.
(Ari/lrn)











































