Mensos: Tanggap Darurat Tak Perlu Bantuan Luar Negeri

Bencana Alam

Mensos: Tanggap Darurat Tak Perlu Bantuan Luar Negeri

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2010 22:32 WIB
Mensos: Tanggap Darurat Tak Perlu Bantuan Luar Negeri
Magelang - Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri menegaskan, bangsa Indonesia masih siap dalam penanganan tanggap darurat sejumlah bencana seperti yang terjadi di Merapi, Mentawai dan Wasior. Karenanya, bantuan dari luar negeri untuk tanggap darurat tidak diperlukan.

"Bantuan untuk tanggap darurat tidak, kita tidak, pemerintah dalam arahan Bapak Presiden kita tidak menerima. Nantilah kalau dalam hal rekontruksi dan rehabilitasi kita insyallah welcome-lah," kata Salim saat ditanya wartawan seputar bantuan dari luar negeri.

Hal itu dikatakan Salim usai melakukan kunjungan di tempat pengungsian akhir (TPA) korban letusan Gunung Merapi Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (02/11/2010), sebelum kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Politikus PKS ini menegaskan, Kemensos memang bekerjasama dengan UNICEF, namun kerjasama sebatas dalam rangka pemulihan kondisi psikologis anak-anak korban bencana di seluruh Indonesia. Salah satu contohnya adalah mendirikan Posko Anak Ceria di beberapa titik pengungsian letusan Merapi.

Dalam kunjungannya Salim didampingi Makmur Sanusi (Dirjen Rehabilitasi Sosial), Harry Hikmat (Direktur Pelayanan Sosial Anak), Andi Hamdindito (Dirjen Bantuan Sosial Korban Bencana Alam), Musholi dan Sapto Waluyo (Staf Khusus Mensos).

Pada kesempatan itu, Mensos juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 500 juta untuk kebutuhan para pengungsi korban letusan gunung Merapi di Kabupaten Magelang. Bantuan diterima langsung oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah di hadapan 1.078 pengungsi di TPA Tanjung.

Salim menyatakan, saat ini ada dana Rp 397 miliar yang merupakan dana untuk tanggap darurat bencana dari APBN. Sebanyak 80 persen dana itu untuk kebutuhan logistik dan 20 persenya untuk kebutuhan operasional penanggulangan bencana.

"Saat ini ada dana tanggap darurat yang sudah disetujui sebesar Rp 150 miliar untuk menanggulangi bencana Wasior, Merapi dan Mentawai yang ada di BNPB. Saya harap dana ini dapat digunakan dan dipertanggungjawabkan," tegas Salim.

Saat ditanya wartawan soal relokasi terhadap bencana yang terjadi di Wasior dan Merapi, Salim menyatakan fungsi dan tugas rekonstruksi dan relokasi merupakan tugas dari BNPB.

"Kalau soal relokasi dan rehabilitasi bagi korban bencana Merapi saya kira tidak perlu dilakukan dan tidak ada sebab rumah penduduk dan masyarakat sekitar Merapi masih baik," kata Salim.

Terkait relokasi dan rehabilitasi untuk korban bencana alam Wasior, Salim Asegaf menyatakan sebaiknya dilakukan dengan jalan menjauhkan penduduk dari kawasan pantai yang rawan oleh bencana tsunami.

Mensos selain memberikan bantuan juga melakukan pengecekan secara langsung beberapa bagian di TPA Tanjung, di antaranya di barak pengungsian, dapur umum,  pusat rehabilitasi anak berupa Posko Anak Ceria dan fasilitas MCK yang berada di bagian belakang TPA.

Usai melakukan kunjungan, rombongan Mensos bertolak ke Kinahrejo, Sleman, Yogjakarta untuk menemui keluarga korban letusan Gunung Merapi yang sekaligus juru kunci Gunung merapi, Mbah Maridjan. (lrn/Ari)


Berita Terkait