Hal ini disampaikan oleh Menpora Andi Mallarangeng usai dialog antara Presiden SBY dengan pengungsi korban letusan merapi. Dialog digelar di pos pengungsian Desa Kunjung, Magelang, Selasa (2/11/2010) malam.
"Kami mengirim paket bantuan alat-alat olahraga untuk para pengungsi. Saya pikir ini program yang baik dan ke depan terus kita laksanakan," kata Mallarangeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama waktu menunggu itu, para korban bencana alam sangat rentan mengalami kejenuhan lalu terserang depresi. Maka perlu ada kegiatan olahraga paling tidak dapat jadi kegiatan pengisi waktu dan sarana sosialiasi antar warga sembari menjaga kebugaran tubuh.
"Belum lagi ada anak-anak, sama seperti orang tuanya, mereka juga butuh aktifitas permainan untuk mengikis kesedihan. Seperti sepak bola, bulu tangkis atau lainnya yang bisa lakukan dengan gembira," jelas Mallarangeng.
Khusus untuk pengungsi korban letusan Merapi, menurutnya saat ini tengah dikirimkan paket peralatan olah raga. Setiap paketnya berisi antara lain bola sepak, bola voli, bola takraw, perangkat bulu tangkis, papan catur, tali skipping dan alat permainan bagi anak-anak.
"Jadi untuk anak-anak, selepas sekolah darurat bisa bermain ular tangga atau badminton. Bagi yang sudah lanjut usia, mungkin bisa bermain catur," paparnya.
Lebih lanjut dia berharap, agar warga masyarakat yang bersimpati terhadap pengungsi korban bencana alam bisa menyampaikan logitik bantuan yang bervariasi. Maka selain ada sumbangan bahan makanan, pakaian dan obat-obatan, juga ada kebutuhan lain yang sering kali terabaikan.
"Seperti untuk anak-anak juga butuh permainan. Buat pemuda dan remaja, di samping peralatan olahraga mereka juga butuh buku-buku bacaan dan mungkin alat musik seperti gitar," tutup Mallarangeng.
(lh/rdf)











































