"Pemeriksaannya sudah selesai. Nanti akan ada sidang disiplin. Belum diketahui kapan akan digelar sidangnya," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar kepada wartawan, Selasa (2/11/2010).
Namun apa yang menjadi kesimpulan dalam pemeriksaan keenam perwira itu, Boy mengaku belum mengetahuinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan, anggota polisi yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin akan dikenakan sanksi.
"Jika seorang polisi stastusnya terperiksa dan terbukti melakukan pelanggaran disiplin sebagaimana diatur PP No 2 tahun 2002, tentu ada sanksi dan itu bersifat akumulatif," terang Boy.
Sementara itu Boy mengatakan bahwa enam perwira itu hingga kini masih aktif. Mereka masih menjalankan tugas-tugasnya di kepolisian.
"Mereka bekerja seperti biasa, tidak ada masalah dan menunggu bagaimana kesimpulannya," katanya.
Enam perwira ini dipastikan melepaskan tembakan saat melakukan pengamanan demo anti pemerintahan itu. Enam perwira itu merupakan anggota dari Polres Jakarta Pusat.
"Seluruhnya dari Polres Jakpus dan pada peristiwa itu menggunakan senpi," kata Boy.
Dijelaskan Boy, tembakan itu dilakukan untuk memberikan peringatan pada para pendemo. Karena saat itu, kata dia, pendemo sudah bertindak brutal.
"Dengan maksud agar para mahasiswa ini kembali ke kampus," ujarnya.
Boy mengaku belum mengetahui proyektil yang bersarang di kaki
mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) itu milik siapa. Boy mengungkapkan, proyektil itu masih diperiksa aparat kepolisian.
"Itu hasilnya sedang ditunggu akan dihimpun TPF. Karena TPF juga ada dari reserse," kata Boy.
Lebih jauh Boy menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap para mahasiswa yang melakukan tindakan anarkis. Pemeriksaan itu dilakukan setelah pemeriksaan terhadap para perwira polisi selesai.
"Nanti akan dilihat dulu dari hasil temuannya. Karena disamping periksa kepatutan langkah kepolisian, juga akan dilihat tindakan adik-adik mahasiswa ini, kita akan ungkap fakta-faktanya. Karena tentu peristiwa ini tidak lepas dari sebab dan akibat," tandas Boy.
(mei/lia)











































