Ketika berada di pedalaman Baduy bersama teman satu timnya yang berasal dari Jambi, Bella Moulina, Astri tidak hanya menikmatinya sebagai perjalanan wisata. Ia belajar mengenal penduduk setempat, dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.
"Mungkin kalau gak ada ACI, aku gak akan ke tempat seperti itu. Tempat yang belum pernah aku tahu sebelumnya. Tempat yang banyak memberikan pelajaran yang sangat berharga buat aku," ujar Astri, ketika dihubungi detikcom, Selasa (2/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Astri yang akrab dipanggil Atre, selama menjelajahi Banten memutuskan untuk tidak mandi selama tiga hari. Sebab, mandi di sana masih sangat alami dan tradisional, tanpa sabun dan perlengkapan mandi sejenis. Namun tantangan terberatnya secara fisik ialah saat ia harus mendaki Gunung Anak Krakatau.
"Kebayang kan gimana rasanya mendaki gunung dengan posisi 45 derajat. Hanya mengandalkan pijakan kaki yang keras dan memilih batu-batu yang tidak licin. Apalagi setiap beberapa jam sekali mengeluarkan asap-asap, debu dan batu-batu kecil karena Anak Krakatau statusnya aktif. Kata penjaganya sih belum terlalu berbahaya karena belum mengeluarkan lahar," tutur Atre panggilan Astri.
"Jarak aku dari puncak ke kawah kurang lebih sekitar 100 meteran. Kebayang gak kalau laharnya keluar, matilah aku saat itu juga," selorohnya.
Cerita lengkap dan foto-foto para peserta ACI detikcom bisa dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































