"Yang terbaik adalah Miranda," tegas Tjahjo usai diperiksa di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (2/11/2010).
Tahun 2004 lalu saat pemilihan Miranda, Tjahjo mengakui dirinya sebagai ketua fraksi PDIP. Ia pun terus mendapat laporan dari anggotanya siapa calon yang tepat untuk duduk di kursi DGS BI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menjagokan Miranda, Tjahjo membantah dianggap pernah melakukan deal.
Tjahjo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka asal PDIP, termasuk Panda Nababan. Untuk tersangka lainnya, yang juga asal PDIP, Tjahjo memastikan akan kembali diminta keterangan oleh KPK.
"Saya sebagai ketua fraksi memberikan penjelasan mengenai mekanisme yang ada," tandasnya.
(mok/rdf)











































