Rubiyatun Akhirnya Bertemu Ibunya di Pengungsian

Kisah Pengungsi Merapi

Rubiyatun Akhirnya Bertemu Ibunya di Pengungsian

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2010 15:26 WIB
Rubiyatun Akhirnya Bertemu Ibunya di Pengungsian
Magelang - Perasaan gembira seketika membuncah di hati Rubiyatun (16) saat melihat Rugiyem, ibunya. Pasca Merapi meletus, Rubiyatun mencari-cari ibunya namun tak pernah ketemu . Rubiyantun sempat mengira ibunya telah meninggal dunia terkena awan panas alias wedhus gembel.

Suasana penuh haru mewarnai pertemuan Rubiyatun dan Rugiyem di tempat pengungsian akhir (TPA) Tanjung, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (2/11/2010). Keduanya langsung berpelukan dan menangis bahagia.

Rubiyatun menuturkan, selama ini dirinya tinggal di rumah pamannya di Cangkringan, Sleman. Sementara ibu dan keluarganya yang lain tinggal di Desa Kaliurang, Magelang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gadis tersebut mengaku sangat resah saat Merapi meletus karena desanya termasuk kawasan rawan bencana. Kegelisahan hatinya semakin menjadi saat mendengar seluruh penduduk desa diungsikan karena khawatir menjadi korban amukan wedhus gembel.

"Saya panik banget dan berusaha mencari ibu. Saya pernah mencoba masuk ke Desa Kaliurang tapi dilarang petugas," tutur Rubiyatun.

Tidak menyerah, dia kemudian mencoba mencari ibunya ke sejumlah tempat pengungsian. Beberapa orang yang ditanyainya mengaku tidak kenal atau tidak mengetahui nasib ibunya.

"Saya sampai tidur di beberapa pengungsian, bertanya-tanya ke beberapa orang, termasuk petugas penanganan bencana dan bapak-bapak tentara," papar Rubiyatun.

Sampai akhirnya dia mendatangi TPA Tanjung. Dan benar saja, sosok yang selama ini dicari-carinya ada di tempat itu. Pencarian panjang Rubiyantun pun berakhir.

"Saya kira keluarga saya sudah habis dan meninggal terkena awan panas. Sebab di televisi, kampung saya adalah kampung yang pertama diungsikan," ungkap Rubiyatun.

Perasaan Rugiyem juga tidak kalah gembiranya. Dia langsung memeluk erat anak pertamanya itu.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur sekali masih bisa dipertemukan dengan anak ini oleh Gusti Allah," kata Rugiyem.

(djo/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads