Negara-negara Perketat Pengamanan Bandara

Paket Bom di Pesawat Tujuan AS

Negara-negara Perketat Pengamanan Bandara

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2010 15:22 WIB
Negara-negara Perketat Pengamanan Bandara
Sanaa - Sejumlah negara mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pengamanan di bandara-bandara, menyusul ditemukannya paket-paket bom asal Yaman di pesawat-pesawat bertujuan Amerika Serikat (AS).

Yaman, misalnya, memberlakukan pemeriksaan yang lebih ketat di semua bandaranya.

"Setiap bagian dari kargo dan bagasi akan melalui pemeriksaan ekstensif di semua bandara," demikian disampaikan Komite Keamanan Aviasi Sipil Nasional Yaman atau National Civil Aviation Security Committee seperti dilansir CNN, Selasa (2/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan-perusahaan kargo seperti DHL, FedEx dan UPS juga diharuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih ketat sebelum menerima paket apapun.

Negara-negara lain juga memberlakukan langkah-langkah keamanan baru. Pemerintah Jerman bahkan melarang semua penerbangan yang datang dari Yaman.

Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May mengatakan di depan parlemen, semua pesawat penumpang dan kargo dari Yaman dan Somalia akan dilarang masuk ke Inggris selama sebulan. Somalia dimasukkan dalam larangan ini karena kemungkinan adanya kontak antara al-Qaeda di Yaman dengan kelompok-kelompok teroris di negara itu.

Pemerintah Inggris juga melarang para penumpang pesawat membawa cartridge tinta lebih besar dari 500 gram dalam setiap penerbangan yang bertolak dari Inggris.

Korea Selatan (Korsel) juga mengambil langkah untuk meningkatkan pengamanan. Otoritas Korsel menyatakan, Bandara Internasional Incheon akan menginspeksi semua kargo udara yang berasal dari tempat-tempat yang masuk dalam daftar negara-negara yang mendukung terorisme.

Pemerintah AS juga telah menghentikan semua pengiriman kargo asal Yaman hingga setidaknya 8 November mendatang.

Sementara otoritas Yaman saat ini tengah menggencarkan operasi untuk menangkap perakit bom al-Qaeda, Ibrahim Hasan al-Asiri, yang diduga kuat berada di balik pengiriman paket-paket bahan peledak bertujuan AS tersebut.
(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads