"Genset juga terbatas hanya ada di aula, tenda bagian barat dan timur," kata relawan di barak pengungsian tersebut, Rosyid, Selasa (2/11/2010).
Akibat keterbatasan genset, tenda bagian utara yang dipenuhi pengungsi dan sekretariat tidak memiliki penerangan. Untungnya ada lampu darurat yang bisa diandalkan untuk menerangi barak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan dia, bahan bakar untuk genset dibeli dari uang donatur maupun para relawan. "Ini semua bantingan (patungan), Mbak," jelasnya.
Pada Senin kemarin, para relawan telah melaporkan listrik yang mati itu ke Posko Utama Pakem. Namun karena ada kesalahpahaman, listrik belum juga dibenahi. Kesalahpahaman terjadi karena PLN mengira jaringan di luar Wukirsari yang mengalami masalah.
"Kemarin misscommunication Mbak, tapi tadi setelah mereka saya jelaskan langsung, ya mereka sudah dong (mengerti). Katanya tim teknis akan memeriksa," kata Rosyid.
Sementara itu, petugas PLN di Posko Pakem, mengatakan kemungkinan besar masalah listrik di barak pengungsian Wukirsari karena ada masalah instalasi rumah (sekering).
"Soalnya jaringan umumnya lancar. Tapi tim teknis sudah meluncur ke lokasi." kata petugas PLN, Bambang.
(vit/fay)











































