"Saya berdoa, ingat anak-anak. Setelah pesawat berhenti saya membuka pintu darurat, saya tarik," kata Sukamto saat dihubungi detikcom, Selasa (2/11/2010).
Sambil berdoa, dia membuka pintu, kemudian meloncat. "Tingginya sekitar 2 meter, saya tidak pikir apa-apa lagi, saya langsung meloncat," ujar Sukamto. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TNI AU langsung membantu dan membuka pintu belakang. Penumpang ada yang turun melalui tangga yang perosotan itu," jelasnya.
Semua penumpang selamat. Mereka semua bersyukur tidak terjadi sesuatu apa. Badan pesawat berhenti di ujung landasan di sebuah tanah basah.
"Rodanya nggak kelihatan, badan pesawat di tanah basah, saya dengar sayapnya patah. Kita tidak tahu pasti, karena kami langsung dibawa ke bandara dengan bus," kata Sukamto.
Pesawat Boeing 737-400 tersebut menggangkut 169 orang penumpang dan 6 orang kru. Pesawat tersebut berangkat dari Jakarta pukul 09.30 WIB dengan tujuan Pontianak. (ndr/nrl)










































