Langkah ini dilakukan menyusul temuan dua paket bahan peledak asal Yaman di pesawat-pesawat bertujuan AS pada Jumat, 29 Oktober lalu. Saat ini pejabat-pejabat keamanan AS bekerja sama dengan mitra-mitra mereka di Yaman untuk meningkatkan langkah-langkah pengamanan bandara.
Pemerintah Inggris dan Jerman juga mengikuti langkah AS yang melarang seluruh kargo udara yang berasal dari Yaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Larangan ini didasarkan pada kemungkinan kontak antara al-Qaeda di Yaman dan kelompok-kelompok teroris di Somalia," kata Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May seperti dilansir USA Today, Selasa (2/11/2010).
Diimbuhkan May, pengamanan di bandara Mogadishu, Somalia merupakan suatu keprihatinan. "Saat ini kami tak ada informasi yang menyebutkan serangan lainnya yang mirip serangan al-Qaeda di Semenanjung Arab telah dekat. Namun organisasi ini sangat aktif," tegas May.
Departemen Keamanan Dalam Negri AS dan FBI mengeluarkan peringatan agar otoritas lokal dan negara bagian mewaspadai paket-paket mencurigakan.
Sebelumnya Presiden AS Barack Obama mengatakan, otoritas telah menemukan ancaman teroris kredibel terhadap AS menyusul temuan paket-paket berisi bahan peledak di atas pesawat-pesawat kargo bertujuan AS.
Salah satu paket bahan peledak ditemukan di Bandara East Midlands, Inggris. Paket itu berisi cartridge tinta komputer yang dimanipulasi. Cartridge itu berisi bubuk putih, kabel dan papan sirkuit yang diduga merupakan material bom. Paket dari Yaman itu ditemukan dalam pesawat kargo UPS bertujuan AS.
Kemudian paket mencurigakan lainnya, juga menuju Amerika, ditemukan dalam pesawat FedEx di Dubai. Pesawat-pesawat kargo itu diperiksa di bandara Philadelphia dan Newark dekat New York, AS.
(ita/nrl)











































