Anggota DPR Kerap Ajak Keluarga Jika Studi Banding ke Luar Negeri

Anggota DPR Kerap Ajak Keluarga Jika Studi Banding ke Luar Negeri

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2010 13:15 WIB
Jakarta - Anggota DPR gemar mengajak keluarganya saat studi banding ke luar negeri. Setjen DPR tidak mempermasalahkan hal ini selama anggota DPR membiayai semua keperluan keluarganya dengan uang pribadi.

"Ada beberapa laporan dari sekretariat beberapa komisi, ada anggota yang mengajak keluarganya ke luar negeri," ujar Sekjen DPR, Nining Indrasaleh, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/11/2010).

Nining menuturkan, ada saja alasan anggota DPR untuk mengajak keluarganya ke luar negeri. Rata-rata mereka mengajak istri dan tinggal satu kamar di hotel yang dibiayai negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masa isrinya mau dikamarin di kamar lain. Ada yang memang anggota DPR nya sakit jadi ditemani keluarga," kata Nining.

Nining mengatakan, Setjen DPR tidak punya wewenang untuk melarang kunjungan tersebut. Setjen hanya berhak mengalirkan anggaran sesuai pagu anggaran.

"Di kode etik pasal 9 dikatakan anggota tidak dapat membawa keluarga dalam satu perjalanan dinas kecuali dimungkinkan menurut perundangan. Perjalanan dinas atas biaya sendiri," terang Nining.

Lebih lanjut, Nining menjelaskan jika anggota DPR berhak memilih hotel singgah di luar negeri. Kalau mereka membawa keluarga, biasanya mereka berhemat dalam memilih hotelnya.

"Memang kadang hotel mahal mereka memilih sendiri. Kalau mau nggak nombok ya hotelnya yang 200 USD lah," ucapnya.

Anggaran yang dibawa anggota DPR sudah ditetapkan sebesar Rp 1,7 miliar per RUU. Untuk kunjungan Komisi V ke Moskow misalnya, masing-masing anggota dijatah 509 USD per hari. Standar biaya umum yang berlaku 2010.

"Itu harus sesuai, tidak boleh lebih, tidak bisa rembes," sebut Nining.

(van/gun)


Berita Terkait