Ketika berada di perbatasan Sumatera Utara-Aceh bersama rekannya Achmad Alkatiri, Ipul dan pemandu yang mendampinginya bertemu polisi yang sedang melakukan razia anti teroris. Mereka pun harus melakoni pemeriksaan, termasuk membongkar barang-barang bawaannya.
Β
"Masa mau masuk ke wilayah sendiri saja harus diperiksa sih. Katanya untuk mengantisipasi teroris. Mungkin karena aku bawa tas gede kali ya, makanya dikira teroris," ujar Ipul ketika dihubungi detikcom, Selasa (2/11/2010).
"Semua yang ada di dalam tas saya dikeluarkan, berantakan deh jadinya. Mana isinya banyak. Harus repacking lagi deh. Mendebarkan sekaligus menegangkan sih, karena berurusan dengan polisi," aku pria asal Jakarta itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan kita bertemu dengan orang utan yang paling galak di sana. Orang utan itu memang galak kalau melihat manusia. Kata pengurus di sana, dia seperti itu karena menyangka bahwa manusia telah membunuh anaknya. Dulu anaknya mati di pelukannya. Dia dipisahin paksa sama anaknya yang sudah mati. Soalnya bangkai anaknya yang sudah bau sama dia dibawa-bawa dan digendong-gendong," papar Ipul.
"Pengalaman itu gak akan aku lupakan deh," simpulnya.
Pengalaman para peserta ACI dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































