"Di setiap barang pengungsian, ada pemimpinnya masing-masing. Bila tidak diperintahkan, jangan mengajak pindah pengungsi dengan ketakutan luar biasa itu," ujar Sri di Posko Utama Pakem, Sleman, DIY, Selasa (2/11/2010).
Gelombang eksodus pengungsi sempat terjadi ketika terjadi letusan susulan Gunung Merapi pada Senin (1/11) sekitar pukul 10.03 WIB. Para pengungsi di Desa Glagaharjo yang dilanda kepanikan memutuskan untuk meninggalkan pengungsian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan mendadak rombongan pengungsi tersebut membuat panik para pengungsi di balai Desa Glagaharjo. Untung saja gelombang eksodus tidak berkelanjutan.
"Saya mohon jangan lagi menggerakan pengungsi sebelum ada perintah. Itu tidak baik," imbuh Sri.
Menyinggung rencana relokasi dusun-dusun di lereng Merapi yang kena dampak paling parah, menurutnya, masih menunggu hasil survei lokasi baru. Tapi yang pasti lokasi baru tersebut masih berada di sekitar lereng Merapi.
"Setelah tanggap darurat selesai, kami akan bangunkan rumah-rumah sementara. Ukurannya kurang lebih 7x8 meter untuk masing-masing kepala keluarga. Kita masih menunggu hasil survei untuk lokasinya di mana," papar Sri.
(lh/nrl)











































