Kapolres Depok Komisaris Besar Ferry Abraham mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut. "Pelakunya masih dalam pengejaran anggota kita," ujar Ferry saat dihubungi wartawan, Selasa (2/11/2010).
Peristiwa perampokan itu terjadi pada Senin (1/11/2010) dini hari. Kawanan perampok yang berjumlah lebih dari dua orang itu menyatroni rumah milik Ricky Maulana (36) di Komplek Pelni Blok A2/14 RT 01/17 Kelurahan Baktijaya, Depok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah korban dan menyuruh korban tengkurap. Pelaku lalu mengambil barang-barang berharga milik korban.
1 set perhiasan berlian, 4 buah HP, uang tunai Rp 2 juta dan 1 unit mobil Honda Jazz Warna abu-abu Nopol B 373 ANY dengan total senilai Rp 200 juta, raib. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Ferry mengungkapkan, kasus perampokan di sekitar lokasi sudah 3 kali terjadi selama 3 tahun terakhir. "Modusnya sama, menggunakan senjata api," katanya.
Senjata api yang digunakan para pelaku dipastikan rakitan. Menurut Ferry, senjata tersebut diperoleh dari perdagangan di pasar gelap.
Guna mengungkap hal itu, pihaknya melakukan penelusuran ke sejumlah pasar gelap. "Senjata api akan kita cek ke tempat-tempat perdagangan gelap," ucapnya.
Untuk mencegah terjadinya perampokan di perumahan warga, kepolisian Depok meningkatkan patroli kewilayahan. Selain itu, pengamanan internal di perumahaan juga diimbau untuk mewaspadai adanya orang-orang yang mencurigakan.
"Babinkamtibmas kita tingkatkan lagi agar melakukan upaya deteksi dini," tutupnya.
(mei/gun)










































