Januari-Oktober 2010, 7 Nyawa Terenggut Bus TransJ

Januari-Oktober 2010, 7 Nyawa Terenggut Bus TransJ

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2010 11:52 WIB
Januari-Oktober 2010, 7 Nyawa Terenggut Bus TransJ
Jakarta - Kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta sering terjadi. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, sedikitnya 7 orang tewas akibat tertabrak bus berjalur khusus itu.

"Selama Januari-Oktober, 7 orang meninggal dunia, 35 orang luka berat dan 4 orang luka ringan," kata Kasat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Yakub Dedi Kurniawan, Selasa (2/11/2010).

Selama itu, kasus kecelakaan bus TransJakarta tercatat mencapai 49 kasus. Kerugian materi yang diderita mencapai Rp 68.250.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yakub mengatakan, kuantitas kecelakaan di tahun 2010 lebih sedikit dibanding tahun 2009 lalu. Di mana pada 2009, angka kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta mencapai 309 kasus dengan korban meninggal dunia 13 orang, luka berat lima orang dan luka ringan 75 orang.

Yakub menyatakan, upaya sterilisasi busway merupakan langkah efektif untuk menekan angka kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut.

Yakub menjelaskan, kecelakaan itu terjadi hampir merata di semua koridor busway. Di Koridor I tercatat 5 kasus kecelakaan yang menyebabkan 4 orang luka berat dan kerugian materi Rp 11.400.000.

Di koridor II, 4 kasus kecelakaan mengakibatkan 3 orang menderita luka beratย  serta kerugian materi Rp 5.750.000. Sementara di koridor III, telah terjadi 7 kecelakaan yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia, 7 luka berat dan 1 luka ringan serta kerugian materi Rp 6.900.000.ย 

Sementara itu, 4 kecelakaan terjadi di koridor IV yang menyebabkan 2 orang meninggal dunia, 2 luka berat dan kerugian mencapai Rp 1.100.000. Di koridor V, 15 kecelakaan merenggut nyawa 2 orang, 10 orang mengalami luka berat, satu orang luka ringan dengan kerugian materi mencapai Rp 14.600.000.

Empat kasus kecelakaan terjadi di koridor VI yang mengakibatkan 3 orang luka berat dan kerugian Rp 7. 800.000. Sementara di koridor VII terjadi 7 kecelakaan yang menyebabkan 2 orang meninggal dunia, 4 luka berat dengan kerugian materi hingga Rp 19.500.000.

Terakhir, 3 kecelakaan terjadi di koridor VIII, yang menyebabkan 2 orang korban luka berat, 2 orang luka ringan dan kerugian materi sebesar Rp. 1.200.000.

(mei/nrl)


Berita Terkait