"Menurut gue, acara ACI sebenarnya acara yang mewujudkan mimpi banyak orang. Banyak orang-orang Indonesia mempunyai mimpi yang sama, yaitu menjelajahi Indonesia tak terkecuali gue," ujar Achmad, ketika dihubungi detikcom, Selasa (2/11/2010).
Namun pelajaran berharga didapatkan Mad ketika bertemu dengan Muhammad Bangkaru, orang yang sangat berjasa bagi Indonesia karena membuat konservasi penyu di Pulau Bangkaru, Kepulauan Banyak.
"Serasa di tampar gue pas dengar dari pengurus konservasi, kalau di sini gak ada satu pun sukarelawan dari Indonesia. Mereka berasal dari luar, seperti Belgia misalnya. Gila ya, orang luar saja mau kontribusi buat Indonesia," tuturnya.
"Ternyata mereka mencintai Indonesia lebih dari kita. Apalagi ada yang ingin tinggal di Indonesia karena ingin lebih dekat sama alam Indonesia," sambungnya.
Mad berharap, kegiatan seperti ACI lebih gencar lagi diselenggarakan. Pengalaman yang didapatkan, dinilainya akan sangat efektif mengajarkan nilai-nilai positif bagi para petualang juga masyarakat luas yang mengikuti jurnal yang mereka tulis.
"Karena lewat ACI tidak hanya mewujudkan impian semua orang, tapi juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme semakin tinggi. Tentunya gue makin cinta, Indonesia negara yang kaya dan kita harus menjaganya," sambung Mad.
"Orang luar saja mau kontribusi buat Indonesia, kenapa kita gak ada yang mau? Setelah gue melihat yang seperti ini, ada keinginan dalam hati untuk jadi sukarelawan," simpulnya.
Pengalaman para peserta ACI dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































