"Kita hanya bisa mengimbau kepada warga setelah mereka mencari makan untuk ternaknya, kemudian naik ke atas dan memberikan makan lalu secepatnya kembali lagi ke pengungsian. Jadi mereka boleh naik sebentar, kemudian segera turun lagi," ujar Wakil Bupati Sleman Yuni Rahayu, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/11/2010).
Pemda setempat, lanjut Yuni, sebenarnya punya niatan untuk membangun satu barak khusus untuk ternak para warga yang hingga saat ini masih berada di rumah mereka. Namun tanpa persetujuan warga, Pemkab Sleman tidak dapat berbuat banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuni mengatakan, untuk urusan ternak pastinya warga yang jauh lebih mengerti bagaimana menghadapinya. Hanya saja Pemda mecoba memberikan bantuan dengan meminta desa-desa lain di sekitar yang tidak terkena debu letusan untuk menyuplai persedian rumput ke Sleman.
"Kita meminta tolong pada kampung-kampung yang tidak terkena bencana, untuk membantu memberikan rumput-rumput agar ternak mereka yang di kampung itu bisa diberikan makanan," katanya.
"Karena rumput yang ada disekitar ternak mereka sekarang kan juga sudah pada kotor, takutnya malah jadi penyakit juga," sambung Yuni.
Saat ini menurut Yuni jumlah ternak yang masih ada di pemukiman warga cukup banyak. Jadi wajar saja sebagai mata pencarian, warga tidak ingin ternak-ternaknya membuat mereka rugi.
"Maka itu kita semua tergantung persetujuan warga," tegas Yuni.
Saat ini, warga lereng Merapi di Kabupaten Sleman yang mengungsi sekitar 22 ribu orang. Jumlah pengungsi ini bertambah dari jumlahnya yang sebelumnya yakni 13 ribu orang.
(lia/vit)











































