Gedung Putih menyatakan, Obama menelepon Rousseff untuk mengucapkan selamat padanya atas kemenangan bersejarah nenek berumur 62 tahun itu dalam pemilihan presiden Brasil.
"Dia (Obama) memuji rakyat Brasil atas keyakinan dan komitmen mereka pada demokrasi," demikian pernyataan Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (2/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama juga menyampaikan pada Rousseff harapannya untuk bekerja sama lebih erat dalam pertumbuhan global, bantuan pembangunan untuk Haiti pascagempa serta masalah-masalah global lainnya.
Rousseff terpilih untuk menggantikan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva setelah meraih 56 persen suara dalam pemilihan presiden putaran kedua pada Minggu, 31 Oktober lalu. Wanita yang pernah dipenjara tahun 1970 atas aktivitas gerilyawan itu mengalahkan rivalnya, Jose Serra.
Rousseff merupakan politisi dari partai Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Roesseff akan mulai memimpin negara terbesar di Amerika Latin itu pada 1 Januari tahun mendatang. Lula (65) akan mundur saat itu setelah menyelesaikan masa jabatan dua periode, maksimum masa jabatan yang diperbolehkan sesuai undang-undang Brasil.
Rousseff memiliki latar belakang politik yang menarik. Dia pernah ditangkap pada Januari 1970 dan divonis penjara enam tahun atas keanggotaan kelompok keras bawah tanah yang bertanggung jawab atas aksi-aksi pembunuhan dan perampokan bank.
Setelah dipenjara selama hampir tiga tahun, Rousseff dibebaskan pada akhir 1972. Dia mengaku pernah disiksa dengan disetrum selama dipenjara. Setelah bebas, Rousseff meneruskan karir politiknya hingga akhirnya bergabung dengan partai Workers Party pimpinan Lula pada tahun 1986.
Pada tahun 2000, dia bercerai dari suami keduanya. Rousseff telah memiliki seorang cucu.
Setelah Lula menjadi presiden tahun 2002 lalu, Lula mengangkat Rousseff menjadi Menteri Energi. Kemudian para tahun 2005, Rousseff dipilih Lula sebagai kepala kabinet, posisi yang setara dengan perdana menteri.
(ita/nrl)










































