Otoritas di bandara Kairo saat ini menggunakan anjing-anjing pelacak bom dan melakukan inspeksi manual terhadap paket-paket yang dikirimkan.
Menurut pejabat keamanan Mesir yang enggan disebutkan identitasnya, seperti dilansir News.com.au, Selasa (2/11/2010), langkah-langkah baru itu mulai diterapkan pada Senin, 1 November. Langkah tersebut menargetkan para warga negara dari enam negara Arab, termasuk Yaman dan Somalia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Presiden AS Barack Obama mengatakan, otoritas telah menemukan ancaman teroris kredibel terhadap AS menyusul temuan paket-paket berisi bahan peledak di atas pesawat-pesawat kargo bertujuan AS.
Salah satu paket bahan peledak ditemukan di Bandara East Midlands, Inggris. Paket itu berisi cartridge tinta komputer yang dimanipulasi. Cartridge itu berisi bubuk putih, kabel dan papan sirkuit yang diduga merupakan material bom. Paket dari Yaman itu ditemukan dalam pesawat kargo UPS bertujuan AS.
Kemudian paket mencurigakan lainnya, juga menuju Amerika, ditemukan dalam pesawat FedEx di Dubai. Pesawat-pesawat kargo itu diperiksa di bandara Philadelphia dan Newark dekat New York, AS.
(ita/nrl)











































