Bantuan air bersih, rumput hijau, mineral dan konsentrat sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup hewan ternak ini. Selain itu, hewan-hewan ternak itu juga butuh tempat baru agar bisa dirawat dan tidak stres.
"Untuk pakan masih kurang. Masih ada daerah yang belum terjangkau," ujar Ketua Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (IPSI) cabang Yogyakarta Ali Agus saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih sangat kurang. Idealnya 3 sampai 4 ton per hari, jerami 4 sampai 5 ton per hari," imbuhnya.
Bantuan yang berhasil dikumpulkan tersebut langsung diantar ke kandang peternak di setiap desa. Karena sapi-sapi tersebut memang ditinggalkan oleh pemiliknya mengungsi.
"Mereka kembali ke kandang dua hari sekali ketika pemerahan pagi dan siang hari," jelasnya.
Dalam menjalankan perannya, ISPI membuka dua posko yaitu di Desa Kepuharjo-Cangkringan dan Desa Ngepring-Turgo. ISPI yang juga dibantu oleh mahasiswa dan instansi pemerintah daerah.
"Teman-teman kedokteran hewan yang menangani sapi yang terluka atau sakit," jelasnya.
Sementara itu, penampungan hewan ternak juga masih sangat dibutuhkan. Sebabnya, para relawan masih kesulitan untuk menyampaikan bantuan karena situasi dan kondisi Merapi yang masih belum stabil.
"Kita berharap dibuatkan penampungan khusus untuk hewan ternak," ungkapnya.
Selain bantuan untuk hewan ternak, ISPI juga memberi bantuan makanan bagi korban erupsi Merapi. Bantuan makanan tersebut berupa telor asin yang dibagikan langsung kepada warga.
"Kita berikan makanan lauk pauk pelengkap. Selain itu juga bisa meningkatkan penghasilan produsen telur asin," tambah Ali.
Bagi Anda yang ingin memberikan bantuan, sumbangan dapat dikirim via rekening Bank BNI cab Utama UGM No 0205326500 an. Endang Sulastri qq. ISPI POSKO MERAPI.
(mpr/mad)











































